Home > Realita Kehidupan > Sarjana Menganggur, Pendidikan Gagal
Sarjana Menganggur, Pendidikan Gagal
Posted on Minggu, 11 Desember 2011 by Unknown
Ola Rongan Wilhelmus, sarjana fillsafat pada STFK Ledalero, Maumere, meraih gelar master dalam ilmu sosiologi Universitas Filipina, Los Banos, Filipina (2002) dan PhD dalam ilmu perencanaan dan pembangunan masyarakat, Universitas Filipina Los Banos, 2008. Sekarang Dosen STKIP Widya Yuwana Madiun Peneliti Yayasan Bangun Insan Swadaya, Jawa Timur.
"NON scholae sed vitae discimus." Demikian pepatah Latin. Artinya kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup. Ungkapan ini mempunyai pesan khusus bagi dunia pendidikan. Yaitu pendidikan tidak boleh berhenti di ruangan kelas/kuliah. Tetapi harus sambung dengan kebutuhan dan persoalan konkrit masyarakat lokal. Pendidikan perlu membumi! Pepatah Latin itu membuat kita bertanya diri. Bagaimana realitas sosial kaum muda NTT yang tergolong berpendidikan saat ini? Apa yang terjadi atas diri mereka selepas dari perguruan tinggi? Sanggupkah mereka memberikan solusi secara kreatif atas persoalan dan kebutuhan masyarakat lokal dimana mereka hidup?
Problematika Pendidikan
Tidak tersangkal, fenomena sosial NTT menunjukkan banyak sarjana saat ini menganggur. Alasannya pasti bermacam ragam. Namun satu dari alasan paling mendasar ialah karena tidak punya kemampuan menciptakan sendiri lapangan kerja. Telah menjadi gejalah umum dari tahun ke tahun. Puluan ribu pemuda NTT dari berbagai tingkat pendidikan dan disiplin ilmu berjuang keras berlomba-lomba merebut sekitar ratusan atau bahkan hanya puluhan posisi lowong pegawai negeri sipil. Mengapa begitu bergelora menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari pada berwirausaha? Padahal berwirausaha itu berpeluang mendapat duit lebih banyak dari pada menjadi PNS, dan sekaligus berpotensi besar membuka lapangan kerja baru bagi orang lain.
Kita butuh riset tentang fenomena ini! Coba dihitung. Berapa banyak sarjana baru kita tahun ini yang berpikir serius dan mulai mencoba ciptakan sendiri lapangan kerja di tengah masyarakat? Patut disayangkan! Ilmu yang dipelajari bertahun-tahun lamanya ternyata tidak cukup menyulap mereka berpikir kreatif, menciptakan lapangan kerja dan menjadi lebih mandiri. Konyolnya, selepas dari perguruan tinggi, mereka malah tambah konsumptif. Artinya berlomba-lomba merebut lowongan kerja yang diciptakan pihak negara atau swasta. Pada titik ini, output pendidikan kita baru hanya mampu melahirkan ‘sarjana pencari kerja’ dan bukannya pencipta kerja.
Akar Permasalahan
Menyimak fenomena sosial pendidikan itu, kita pantas bertanya: di manakah letak akar permasalahannya? Tentunya kita bisa temukan banyak faktor di balik gejalah ini kalau mulai menganalisisnya. Tapi kali ini kita cukup soroti dulu faktor yang berkaitan dengan model pendidikan yang kurang sambung dengan persoalan dan kebutuhan lokal. Melirik praktek pendidikan saat ini, tidak sulit ditemukan bahwa proses pendidikan dan pengajaran pada banyak sekolah dan perguruan tinggi masih tetap terfokus pada persoalan transfer serta penghafalan pengetahuan teoritis dan abstrak sebatas buku-buku teks atau diktat. Pengajar (guru/dosen) masuk kelas lalu menjejali pikiran maha (siwa) dengan pengetahuan informatif dan teoritis melulu dari buku-buku teks. Habis perkara! Proses pendidikan berlangsung dalam kondisi guru/dosen dan buku teks-sentris.
Dalam actus pendidikan ini, tidak ada minat dan perhatian sama sekali terhadap prinsip partisipasi guru-murid. Yang ada cuma monopoli guru dan buku teks. Kalau partisipasi saja tidak ada, jangan harap mau omong soal relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat. Paolo Freire (1921-1997) menilai sistem ini sebagai sistem pendidikan ala bank (the banking system of education) di mana maha (siswa) diposisikan sebagai deposito kosong yang harus diisi oleh si guru/dosen yang pintar. Freire mengritik habis-habisan sistem pendidikan ini. Sebab bertentangan dengan hakekat maha (siswa) sebagai insan yang terbuka dan aktip belajar. Maha (siswa) bukan karung kosong (benda mati) yang bisa diisi sesuka hati dengan apa saja oleh si pintar-guru.
Sejalan dengan Freire, filsuf dan ahli pendidik Alfred North Whitehead, menggagas bahwa pendidikan tidak sekadar melakukan transfer ilmu, melainkan memberi kemampuan tertentu kepada peserta didik agar sanggup mencarikan solusi secara kreatif atas persoalan hidup sehari-hari. Seorang teman (anak daerah) menggambarkan secara menarik kondisi pendidikan di NTT saat ini lewat sebuah anekdot tentang jagung. Katanya, tingkat pendidikan kita baru sampai pada titik memberi teori ala kadarnya tentang jagung dan bagaimana menanam jagung. Tetapi belum sampai mendorong peserta didik berani turun ke lapangan, mengolah tanah, memilih bibit jagung unggul, menanam dan merawatnya sampai berhasil. Kemudian menjualnya dengan harga tinggi atau mengolahnya menjadi bahan makanan enak yang bisa terjual habis.
Pendidikan yang Membumi
Menilik problematika, output dan pokok permasalahan pendidikan itu, maka actus pendidikan ke depan perlu lebih membumi. Artinya ide dan teori yang diajarkan perlu punya relevansi dengan kebutuhan dan persoalan konkrit. Misalmya, persoalan keadaan tanah yang tandus, kemiskinan, potensi pertanian dan kelautan yang perlu digarap agar menjadi kekayaan rill yang bisa dinikmati, kesehatan dan persoalan pendidikan setempat. Teori perlu diaktualisasikan dalam tindakan nyata. Dalam konteks pendidikan yang membumi ini, proses pendidikan perlu menjaga perimbangan antara teori dan praktek kehidupan.
Aristotles (384-322 BC) dalam Treatise on Education memberi penekanan kuat terhadap keseimbangan antara aspek teoritis dan praktis dari pendidikan. Rudolf Steiner (1861-1925) menegaskan, pendidikan tidak boleh mengutamakan perkembangan aspek intelektual melulu tetapi juga praktis, kreativitas dan kebebasan manusia. Reproduksi pendidikan yang tidak memperhatikan aspek aktualitas atau relevansi pendidikan dengan hidup, persoalan dan kebutuhan masyarakat lokal adalah pendidikan yang gagal.
Secara sosial, pendidikan yang bersentuhan dengan teori dan wacana semata-mata tanpa peduli akan kontekstualisasi dan aplikasi konkrit merupakan pendidikan yang tidak bertanggung jawab. Mengapa tidak bertanggung jawab? Sebab model pendidikan seperti ini tentunya tidak akan menghasilkan generasi baru yang memiliki kepekaan sosial serta rasa tanggung jawab tinggi terhadap hidup dan kemajuan masyarakat. Sebaliknya menghasilkan manusia konsumptif, apatis dan egoistik.
Category Article Realita Kehidupan
Arsip Blog
-
▼
2011
(552)
-
▼
Desember
(165)
- 7 Karya Arsitektur Kuno Paling Menakjubkan
- 8 Air Terjun Tercantik di Dunia
- Data Baru Ungkap Rahasia Lubang Hitam
- Video Konspirasi Pembunuhan Presiden Kennedy Terun...
- Bersama Tante Mira
- 6 Gaya Hidup Sehat yang Menjadi Bumerang
- 13 FOTO ASLI YANG MENJADI HEBOH GARA-GARA INTERNET
- 10 Kasus Malpraktek Paling Aneh dan Konyol di Dunia
- Letak Tanda Tangan Ada Artinya
- Inilah Kasus 9 Perceraian yang Tidak Masuk Akal da...
- Inilah 7 Hal yang Di inginkan Pria Sebelum Menikah
- Fakta Menarik Seputar Payudara Wanita
- BAHAYA MEMAKAI SANDAL JAPIT TERLALU LAMA
- 10 Album Terbaik 2011 versi Pembaca Rolling Stone
- Hasil Survei: Perempuan Nikmati Hubungan Seks Saat...
- Borobudur : Salah Satu Bukti Ramalan Kiamat 2012?
- Olala, Ada Kontes Vagina Terindah
- Diet Aneh ala Selebriti Hollywood
- Gadis Bermata Sipit
- IRONIS!!! Lulusan Terbaik UNRI Menjadi Cleaning Se...
- Monster-Monster yang Ada di Sekitar Kita
- Asal Usul Piramida Di Segitiga Bermuda
- 5 Larangan Aneh Dari 3 Negara [Cina, Rusia dan Aus...
- 10 Tradisi Unik Perayaan Natal di Berbagai Negara
- Top 10 Penyanyi Cewek Korea Ter-Seksi 2011
- Blog Akan Mati di 2012
- Cara Membaca Kepribadian Orang Melalui Gaya Tulisan
- Koleksi Foto SNSD Girls Band Asal Korea
- GAYA BERCINTA ALA RODEO RENTAN BIKIN PATAH KEMALUAN
- Praktik Masturbasi yang Bisa Membahayakan
- Kisah Cinta Lokasi Bintang Porno Yang Berakhir Bah...
- 5 Pahlawan Cilik Yang Mengagumkan
- 7 Tips Kencan Lagi Setelah Pacaran Bertahun-tahun ...
- Ilmuwan Temukan Lokasi Kehidupan di Mars
- Inilah Video Game Terlaris Sepanjang Masa
- Inilah Artis Hollywood yang Pernah Jadi Gelandangan
- Putri Ibu Kostku
- Inilah 10 Jurusan Kuliah Paling Unik di Inggris
- 7 Kebohongan yang Dikatakan Wanita Kepada Pasangan...
- Rekam Jejak Kontroversial Kim Jong-il dari Masa ke...
- Suara Genderang Misterius Di Yogyakarta
- Foto - Foto Baru Dari National Geographic Yang Eks...
- Skyrim Dinobatkan Sebagai Game Terbaik 2011
- 6 Langkah Atasi Bau Badan
- Kecanggihan Photoshop Baru yang dapat Menambahkan ...
- Mengapa Payudara Perempuan Bisa Mengalami Asimetris?
- Bagian Tubuh Wanita yang Suka untuk Dicium
- Bidadari itu Ibu Pemilik Apartemen (2)
- Tidak Hanya Wanita, Ternyata Pria Juga Suka Palsuk...
- 10 Tempat Seru Untuk Berlibur Natal dan Tahun Baru
- Adakah Makhluk di Planet Kepler-22b
- Tonggak Sejarah, NASA Temukan Kembaran Bumi
- 10 Fakta Unik Mendiang Kim Jong-il
- Unik! Tampilan Terbaru Profile Facebook!
- Meksiko Mulai Penghitungan Mundur Kiamat
- 10 Gambar Adegan Posisi Bercinta yang Membuat Wani...
- Lima Tahun, Pemuda Ini Dapat 20 Pacar Lebih
- Obama : Presiden Amerika Paling Gagal
- 8 Negara Yang Pengemisnya Berpenghasilan Tinggi
- Tak Mau Ejakulasi Dini? Para Pria Harus Hindari Ha...
- Ciri-ciri Payudara Cewek Sudah Dipegang Atau Belum
- 5 Tips Pacaran Jarak Jauh
- ALAY TEXT GENERATOR!!!
- Bidadari itu Ibu Pemilik Apartemen (1)
- Kemasan Susu Indomilk Mengandung Pesan Abnormalitas
- Tempat-Tempat Gejol yang Paling Asik
- Kebenaran Alkitab Didukung oleh Jejak Bencana Laut...
- 5 Cara Mengatasi "Jetlag"
- 9 Penyakit Akibat Kemajuan Teknologi
- Hati-hati Percintaan Bubar Karena Teknologi
- Kesalahan - Kesalahan Dalam Video Game FIFA 2012
- Waspada, Botol Plastik Tidak Aman
- Mau Mengencangkan dan Menghaluskan Payudara? Coba ...
- Duh! Demi Satwa, Selebriti Hollywood Rela Bugil!
- Foto-foto Momen Dramatis Karya Fotografer Indonesia!
- Kisah Kakek Buta Panjat Pohon Kelapa Demi Hidupi K...
- 5 Fakta Musik Indonesia Membosankan
- Dinda & Seks Pertamanya
- Cemilan Juga Bisa Bikin Langsing
- Cincin Terjebak di Kelamin Pria, 10 Pemadam Kebaka...
- Planet Nibiru: Antara Konspirasi NASA dan Kiamat 2012
- 5 Sikap Pria yang Sedang Jatuh Cinta
- Mau Sehat? Marilah Sesering Mungkin Melakukan Hubu...
- 7 Fakta Tentang Striptis
- Windows 8 akan Hadir Februari 2012
- 5 Film Menarik di Penghujung Tahun
- 6 Wisata Eksotis di Indonesia
- Yang Boleh dan Tak Boleh Dimakan Menjelang Tidur
- Model Papan Atas Rela Tampil Polos Untuk Kalender ...
- Tukang Becak Paling Dermawan
- 7 Cara Mengambil Hati Calon Mertua
- TIPS: 10 menit langkah merangsang wanita
- Fakta Besar Tentang Ka'bah Yang Coba Disembunyikan...
- Awas! Otot Rusak karena Terlalu Lama Duduk
- 4 Hal yang Penting Dilakukan Saat Tahu Kekasih Sel...
- 13 Jurusan Kuliah dengan Prospek Gaji Besar
- 9 Karya Fotografer Fashion Terbaik di Dunia
- Kepler 22, Planet Mirip Bumi yang Bisa Dihuni Manusia
- 6 Cara Hindari BlackBerry Nyedot Pulsa
- 12 Jembatan Paling Aneh yang Pernah DIbangun Manusia
- 10 Putri Rockstar Paling Hot
- Mike Lousada, Terapis Seks yang Menerapi Pasiennya...
- Lihat Lukisan ini Baik-baik dan Anda Akan Sangat T...
- Oh Ternyata Ini Ketakutan Para Pria Saat Berhubung...
- Saat Pria Pilih Pornografi Dibanding Istri
- 10 Manfaat Senyum Bagi Kesehatan
- TIPS TERAPI AIR UNTUK KESEHATAN
- Pose Telanjang Kim Kardashian di Majalah Playboy
- Sarjana Menganggur, Pendidikan Gagal
- 5 Film Horor Menyeramkan Namun Tanpa Hantu
- KISAH NYATA PEMULUNG DAN MAYAT ANAKNYA
- 10 Gadget Termewah di Dunia Saat Ini
- Ini Sebab Mengapa Perempuan Tak Bisa Melupakan Pas...
- Buat Jomblo, Kini Ada Aplikasi Ponsel Pencari Jodoh
- Seksinya Istri Penyanyi Jazz Michael Buble Dalam B...
- Gambar "Telanjang" Piramida di Garut
- Sepak Bola, Bunuh Diri dan Homoseksual
- Sekolah Seks Pertama di Dunia Dibuka di Austria
- Mengapa Perempuan Rentan Tertular HIV/AIDS
- Permainan Cinta di Kamar Mandi
- SENAM SEKS ATASI MASALAH SEKS
- 10 Poin Renungan Sebelum Jadi Entrepreneur
- Ini Dia 5 Perceraian Terheboh Artis Hollywood 2011
- Hasil Survei: Pria Indonesia Paling Sering Bercinta
- Benarkah Ini Foto Topless Penyanyi Taylor Swift?
- 9 Penyebab Kinerja Komputer Semakin Lambat
- 10 Spesies Baru Paling Mengejutkan Di Bumi Versi N...
- Waspada! Penyebab Mr. P Loyo yang Mengejutkan
-
▼
Desember
(165)