Kebenaran Alkitab Didukung oleh Jejak Bencana Laut Mati?


Sedimen dari Laut Mati mengungkapkan bahwa air laut mati mungkin pernah benar-benar kering, kata peneliti. Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran laut bisa menghilang lagi.

Kisah yang sama juga sesuai dengan catatan kekeringan dan gempa bumi yang dapat ditafsirkan sebagai pendukung ayat-ayat dalam Alkitab.


Ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap sampel lumpur purba yang diambil dari dasar Laut Mati memperingatkan, situasi politik yang tidak stabil di kawasan Timur Tengah bisa semakin parah dengan berkurangnya sumber air. Penurunan pasokan air sendiri ditunjukkan oleh studi yang mereka lakukan.
Dalam studinya, peneliti menggali hingga kedalaman sekitar 275 meter di tengah-tengah cekungan berlumpur di Laut Mati. Dari rekaman yang disimpan oleh sampel sedimen di sana hingga 200 ribu tahun terakhir, diketahui bahwa di masa lalu danau raksasa itu pernah mengering.

Artinya, pengambilan air dari sungai-sungai yang bermuara di Laut Mati akan menyebabkan pengeringan Laut Mati dan konflik antara Israel dengan tetangganya menjadi tak terhindarkan. “Laut Mati sudah mulai mengering karena manusia mengambil terlalu banyak air yang akan mengalir ke sana. Dari bukti-bukti yang kami dapat, Laut Mati sendiri pernah kering meski tanpa intervensi manusia,” kata Steven Goldstein, peneliti dari Lamont-Doherty Earth Observatory, Columbia University, Amerika Serikat.

“Dalam kondisi seperti ini, Laut Mati akan kembali kering dalam waktu dekat. “Ini merupakan kondisi yang harus kita pikirkan,” ucapnya.

Saat ini, kata Goldstein, praktis tidak ada air segar yang masuk ke Laut Mati. Seluruh air yang ada di lembah tersebut sudah digunakan dan itu hanya merupakan sebagian masalah. “Menggunakan model pemanasan global, kita bisa melihat bahwa air yang mengalir lewat sungai dan digunakan manusia, tidak akan kembali lagi ke sungai,” ucapnya.

Air sendiri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam stabilitas politik di kawasan Timur Tengah. Penemuan bahwa Laut Hitam pernah benar-benar kering pada periode sekitar 125 ribu tahun lalu mengindikasikan bahwa kawasan itu jauh lebih rentan terhadap kekeringan dahsyat dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya.

“Jika Anda yakin bahwa kisah dalam Alkitab, terjadinya ini (keringnya laut mati) kira-kira zaman Sodom dan Gomora,” kata Ben-Avraham, kepala Pusat Penelitian Minerva Laut Mati di Tel Aviv University di Israel. Selama periode ini, menurut Kitab Kejadian, “Allah mendatangkan hujan api dan belerang dari langit, dan menghancurkan semua.”

Selanjutnya dari Alkitab, dalam teks Ibrani (orang Yahudi)  menceritakan tentang gempa bumi di Yudea, sebuah tanah purba yang berbatasan dengan Laut Mati, yang membawa kehancuran gempa besar pada ternak di wilayag itu Sekitar sepuluh ribu orang binasa . … ”

Penelitian ini juga menunjukkan lapisan garam di dasar laut mati.  Goldstein mengatakan, saat itu iklim kering dan Laut Mati menguap dan menyusut.

Beberapa terjadi selama periode yang tercatat dalam alkitab,  juga seperti yang dijelaskan dalam teks-teks kuno.

Sumber: nationalgeographic.com


Category Article

What's on Your Mind...